Selasa, 26 Juli 2011

Hikayat Si Miskin

Karena kutukan Batara Indra, raja keindraan beserta istrinya jatuh miskin, melarat, dan terlunta-lunta di Kerajaan Antah Berantah yang diperintah oleh Maharaja Indra Dewa. Setiap hari si Miskin mencari sisi-sisa makanan yang sudah dibuang orang di tempat-tempat sampah. Apabila penduduk melihatnya, mereka beramai-ramai menghina, memukul, dan mengusir si Miskin suami-istri itu, sehingga badannya luka-luka. Sedih hati si Miskin sepanjang hari dan tidak berani masuk kampung karena takut dipukul atau dilempari batu. Diambilnya daun-daun muda untuk dimakan dan untuk pengobat luka di tubuhnya. Demikianlah pengalaman dan penderitaan mereka sepanjang hari.

Ketika mengandung 3 bulan, istrinya mengidamkan buah mempelam (sejenis mangga) yang tumbuh di halaman istana raja. Dimintanya agar suaminya (si Miskin) meminta buah mempelam itu kepada raja. Mendekat kampung saja suaminya tidak berani, apalagi hendak menghadap raja minta buah mempelam itu. Dengan sedih dan meratap istrinya memohon supaya suaminya mau meminta mempelam raja itu. Karena kasihan kepada istrinya si Miskin mencoba meminta mempelam itu.

Tiada disangka-sangka, raja sangat bermurah hati dan memberikan mempelam yang diminta si Miskin. Buah lain seperti nangka pun diberi raja. Penduduk kampung yang melihatnya jatuh kasihan dan bermurah hati memberi si Miskin kue dan juadah (kue basah). Mungkin berkat tuah anak.yang dikandung istrinya juga hal yang demikian itu terjadi.

Pada hari baik, setelah cukup bulannya, istri si Miskin melahirkan seorang putra yang sangat elok parasnya. Anak itu diberi nama Marakermah yang artinya anak dalam penderitaan.

Ketika si Miskin menggali tanah untuk memancangkan tiang atap tempat berteduh, tergali olehnya taju (topi mahkota) yang penuh berhias emas. Dengan kehendak Yang
Mahakuasa, terjadilah sebuah kerajaan lengkap dengan alat, pegawai, pengawal, dan sebagainya di tempat itu. Si Miskin menjadi rajanya dengan nama Maharaja Indra Angkasa dan istrinya menjadi permaisuri dengan nama Ratna Dewi. Kerajaan itu mereka namakan Puspa Sari.

Kerajaah Puspa Sari terkenal ke mana-mana. Pemerintahannya baik, rakyatnya aman, damai, makmur, dan sentosa. Tiada lama kemudian lahirlah pula adik Marakermah yang diberi nama Nila Kesuma. Bertambah mashurlah kerajaan Puspa Sari dan bertambah pula iri hati Maharaja Entah Berantah.

Kemudian tersiar kabar, bahwa Maharaja Indra Angkasa mencari ahli nujum untuk mengetahui peruntungan kedua anaknya kelak. Kesempatan ini dipergunakan Maharaja Indra Dewa. Semua ahli nujum dikumpulkannya dan dihasutnya supaya mengatakan kepada Indra Angkasa bahwa Marakermah dan Nila Kesuma akan mendatangkan mala petaka dan akan menghancurkan kerajaan Puspa Sari. Semua ahli nujum mengatakan seperti yang dihasutkan oleh Maharaja Indra Dewa. 

Mendengar kata-kata ahli nujum itu sangatlah murka Maharaja Indra Angkasa. Marakermah dan adiknya hendak dibunuhnya. Permaisuri Ratna Dewi menangis tersedu-sedu, memelas dan memohon kepada suaminya supaya kedua putranya jangan dibunuh. Ia tak tahan hati melihat kedua anaknya diperlakukan demikian. Dimohonnya kepada suaminya supaya dibiarkan saja kemana perginya mereka. Sambil disepak dan diterjang, pergilah kedua anak itu mengembara tanpa tujuan. Sesaat setelah mereka pergi, kerajaan Puspa Sari terbakar habis, semuanya musnah.

Sampai di kaki bukit, berteduhlah Marakermah dengan adiknya, Nila Kesuma, di bawah sebatang pohon dalam keadaan lapar. Tertangkaplah oleh Marakermah seekor burung yang sedang hinggap di dekatnya. Karena lapar, mereka hendak memakan burung itu, dan berusaha hendak memasaknya lebih dahulu. Datanglah mereka ke pondok seorang petani hendak minta api untuk membakar burung itu. Tiba-tiba mereka ditangkap petani karena dituduh hendak mencuri. Keduanya dilemparkan ke laut dan diterjang ombak ke sana kemari. Nila Kesuma akhirnya terdampar di pantai dan ditemukan oleh Raja Mengindra Sari, putra mahkota kerajaan Palinggam Cahaya. Nila Kesuma dibawa ke istana, kemudian dipersunting raja Mangindra Sari, menjadi permaisurinya dengan gelar Putri Mayang Mengurai.

Marakermah dibawa arus dan terdampar di pangkalan (tempat mandi di pantai) nenek gergasi (raksasa tua). Kemudian ia diambil dan dimasukkan dalam kurungan di rumahnya. Kebetulan di situ telah dikurung pula Putri Raja Cina bernama Cahaya Khairani yang tertangkap lebih dahulu. Mereka ini akan dijadikan santapan sang gergasi.

Sebuah kapal besar menghampiri perahu mereka dan mereka ditangkap lalu dimasukkan ke kapal. Nahkoda kapal jatuh cinta kepada Cahaya Khairani. Cahaya Khairani dipaksa masuk ke kamar nakhoda dan Marakermah dilemparkan ke laut. Kapal meneruskan pelayarannya.

Dalam keadaan terapung-apung, setelah kapal berlayar jauh Marakermah ditelan seekor ikan nun (ikan yang sangat besar). Ikan itu terdampar di pangkan Nenek Kebayan. Seekor
burung rajawali terbang di atas pondok Nenek Kebayan dan memberitahukan supaya perut ikan nun yang terdampar di pantai itu ditoreh (dibuka) hati-hati, karena di dalamnya ada seorang anak raja. Petunjuk burung itu diikuti Nenek Kebayan dan setelah perut ikan nun ditoreh, keluarlah Marakermah dari dalamnya. Mereka sama-sama senang dan gembira. Lebih-lebih Nenek Kebayan yang mendapatkan seorang putra yang baik budi.

Marakermah tinggal di rumah Nenek Kebayan dan sehari-hari turut membantu membuat karangan bunga untuk dijual dan dikirim ke negeri lain. Dan cerita Nenek Kebayan tahulah Marakermah, bahwa permaisuri kerajaan tempat tinggal mereka bernama Mayang Mengurai yang tidak lain daripada seorang putri yang dibuang ke laut oleh seorang petani ketika hendak mencari api untuk membakar seekor burung bersama kakaknya. Yakinlah Marakermah bahwa putri itu sesungguhnya adiknya sendiri
.

Kebetulan Cahaya Khairani maupun Mayang Mengurai sangat menyukai karangan bunga Nenek Kebayan yang sebenarnya Marakermahlah yang merangkainya. Pada suatu ketika dicantumkannya namanya dalam karangan bunga itu. Dari nama itu Cahaya Khairani dan Nila Kesuma mengetahui bahwa Marakermah masih hidup. Bertambah dalam cinta Cahaya Khairani kepada kekasihnya. Demikian juga Nila Kesuma bersama suaminya, berkemauan keras untuk segera mencari kakaknya, Marakermah, ke rumah Nenek Kebayan itu.

Betapa gembira mereka atas pertemuan itu tak dapat dibayangkan. Dengan mudah pula Marakermah bersama iparnya, Raja Palinggam Cahaya, dapat menemukan tempat Cahaya Khairani disembunyikan oleh nakhoda kapal. Setelah Cahaya Khairani ditemukan, dan ternyata ia belum ternoda oleh sang nakhoda, maka dilangsungkanlah acara pernikahan antara Marakermah dengan Cahaya Khairani, dan nakhoda yang menggoda Cahaya Khairani dibunuh di Kerajaan Palinggam Cahaya.

Marakermah bersama Cahaya Khairani kemudian pergi ke tempat ayah-bundanya yang telah jatuh miskin di Puspa Sari. Dengan kesaktiannya, Puspa Sari yang telah lenyap itu diciptakannya kembali menjadi kerajaan yang lengkap dengan isinya di daratan Tinjau Maya, yaitu Mercu Indra. Kemudian ia dinobatkan di sana menggantikan mertuanya.


***

Minggu, 24 Juli 2011

Merokok atau Sehat

Merokok merupakan kebutuhan bagi sebagian besar manusia. Banyak imbalan yang didapat dari merokok, diantaranya badan menjadi lebih segar, mengurangi depresi, penampilan yang lebih PD bagi sebagian remaja dll. Pendeknya dengan merokok maka diperoleh kepuasan tertentu.
Begitu besarnya pengaruh rokok terhadap manusia, hingga merasuk kesemua golongan manusia dari yang berstatus ekonomi rendah sampai ke tingkat ekonomi kelas tinggi, dari anak anak sampai ke kakek yang sudah renta dan batuk batuk lagi. Bahkan dikalangan ibu ibu pun tak mau ketinggalan menunjukan hak emansipasinya dalam merokok.
Semua sah sah saja silahkan merokok, dan mau tidak mau, sadar atau tidak sadar segala resiko merokok akan menyertainya. Resiko merokok banyak yang sudah mengenalnya, dari batuk batuk ringan  atau bisa juga akan memperparah bagi penderita  TBC Paru Paru (Tuberkulosis), sampai kanker yang berat, atau yang cukup dirasakan seketika adalah bertambahnya anggaran belanja.
Tidak mudah menghilangkan kebiasaan merokok, banyak yang telah mencoba, banyak pula yang berhasil, tapi banyak pula yang gagal malahan tambah meningkat intensitas merokoknya.
Pengalamanku dalam upaya melepaskan diri dari jeratan rokok sederhana sekali, hanya karena merasa diperbudak oleh rokok, maka langsung berhenti merokok. Banyak manfaat tidak merokok, diantaranya pakaian tidak bolong bolong karena api rokok, bangun pagi tidak usah mencari warung untuk beli rokok, dan yang lebih penting lagi persediaan operasional bulanan tidak mengalami defisit lagi seperti yang sudah sudah..
Pada awalnya memang berat merasakan bagaimana mulut yang terasa tidak karuan karena tidak merokok, sehari berlalu terasa amat panjang, dua hari, seminggu, sebulan ahirnya telah berjalan empat tahun terbebas dari rokok. Kiatnya hanya dengan kata jangan. Jadi bila ingin merokok maka katakan JANGAN, dan bayangkan bila memaksa merokok penyakit berat akan menimpa kita kelak. Atau bayangkan kalau sehari satu bungkus rokok, kalau tiap batang itu kita sambung sambungkan sehingga bila sebatang  kira kira 5 Cm jadi satu bungkus  60 Cm rokok, satu bulan berarti kita menghisap rokok panjangnya 1.800 Cm. ya hampir 20 meter. Kalau diakumulasi setahun kira kira 200 meter.
Cara lain upaya berhneti merokok, bayangkan bila kita membeli rokok berarti kita membeli sampah yang tidak berguna, karena setelah dibakar abu dan puntungya dibuang dan asapnya melayang mencemari rumah kita, kantor kita bahkan anak anak dan keluarga kita.
Bagi anda yang ingin mencoba, silahkan mencoba berhenti mulai dari sekarang jangan tunda tunda lagi …. semoga berhasil.
Possibly related posts: (automatically generated)

Tolak Peluru

Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Berat peluru:
  • Untuk senior putra = 7.257 kg
  • Untuk senior putri = 4 kg
  • Untuk yunior putra = 5 kg
  • Untuk yunior putri = 3 kg
A. Teknik Dasar Tolak Peluru
Terdapat beberapa teknik dasar dalam tolak peluru, diantaranya : Teknik Memegang Peluru Ada 3 teknik memegang peluru : Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya. Untuk orang yang berjari kuat dan panjang. Jari-jari agaka rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru. Biasa dipakai oleh para juara. Seperti cara diatas, hanya saja sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi, sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru. Cocok untuk orang yang tangannya pendek dan jari-jarinya kecil.
Teknik Meletakkan Peluru Pada Bahu Peluru dipegang dengan salah satu cara diatas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.
Teknik Menolak Peluru Pengenalan peluru Peluru dipegang dengan satu tangan dipindahkan ke tangan yang lain Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar Peluru dipegang dengan dua tangan dengan sikap berdiri akak membungkuk, kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru digelindingkan ke depan Sikap awal akan menolak peluru Mengatur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran, kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan. Bersamaan dengan ayunan kaki kiri, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan mendarat di tengah lingkaran. Sewaktu kaki kaki kanan mendarat, badan dalam keadaan makin condong ke samping kanan. Bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri. Lengan kiri masih pada sikap semula.
Cara menolakkan peluru Dari sikap penolakan peluru, tanpa berhenti harus segera diikuti dengan gerakan menolak peluru. Jalannya dorongan atau tolakan peda peluru harus lurus satu garis. Sudut lemparan kurang dari 40o.
Sikap akhir setelah menolak peluru Sesudah menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri di tarik ke belakang demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.

B. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Teknik Tolak Peluru
Cara memegang Awalan Gerakan Tolakan Sikap badan saat menolak
Ketentuan diskualifikasi/kegagalan peserta tolak peluru : - Menyentuh balok batas sebelah atas - Menyentuh tanah di luar lingkaran - Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah - Dipangil selama 3 menit belum menolak - Peluru di taruh di belakang kepala - Peluru jatuh di luar sektor lingkaran - Menginjak garis lingkar lapangan - Keluar lewat depan garis lingkar - Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang - Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan
Beberapa hal yang disarankan : Bawalah tungkai kiri merendah Dapatkan keseimbangan gerak dari kedia tungkai, dengan tungkai kiri memimpin di belekang Menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah bergerak Hasilkan rangkaian gerak yang cepat dan jauh peda tungkai kanan Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan luncuran Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap ke belakang selama mungkin Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati badan Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri
Beberapa hal yang harus dihindari : Tidak memiliki keseimbanagn dalam sikap permulaan Melakukan lompatan ketika meluncur dengan kaki kanan Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran Tidak cukup jauh menarik kaki kanan di bawah badan Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak ke samping Terlalu awal membuka badan Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan

C. Peralatan
Alat yang di gunakan : - Rol Meter - Bendera Kecil - Kapur / Tali Rafia - Peluru a. Untuk senior putra = 7.257 kg b. Untuk senior putri = 4 kg c. Untuk yunior putra = 5 kg d. Untuk yunior putri = 3 kg - Obrient : gaya membelakangi arah tolakan - Ortodox : gaya menyamping

D. Lapangan Tolak Peluru
Konstruksi : o Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok yang dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari semen , aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar anatara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi. o Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0.75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu. o Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus di cat putih. o Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. o Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.

Lompat Jauh


A. Awalan
 
Awalan dalam lompat jauh merupakan lari dengan percepatan dari start berdiri. Tujuan awalan pada lompat jauh adalah untuk mendapatkan kecepatan yang setinggi mungkin sebelum mencapai papan tolakan.
Jarak lompatan yaitu saat tolakan, jarak saat melayang dan jarak saat mendarat.
Ancang-ancang atau awalan yang dilakukan oleh pelompat harus secepat mungkin, karena dua pertiga prestasi lompat jauh tergantung pada ancang-ancang dan sepertiga pada lompat, oleh karena itu berbagai tahap tehnik lompat jauh sangat dipengaruhi unsur kecepatan sprint dan kondisi (U. Jonath, E. Haag dan R).14
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan pada awalan lompat jauh adalah: pelompat tidak memperhitungkan kecepatan pada saat mendekati papan tolakan, pelompat sering kali melakukan lari dengan kecepatan yang tidak teratur pada waktu mendekati papan tolakan.
 
Untuk mengatasi itu semua, maka harus melakukan latihan lari cepat dengan kecepatan maksimum dan melakukan latihan mengalihkan langkah pada tumpuan tampa menurunkan kecepatan.
cara mengambil awalan bermacam-macam diantaranya :
i. Mencoba beberapa kali melakukan awalan, sehingga tepat, kemudian baru diukur.
ii. Beberapa kali lari dengan balok tolakan ke tempat dimana akan memulai awalan.
iii. Gabungan dari kedua cara tersebut.15
Jarak untuk melakukan awalan tidak dapat ditentukan, hal ini ditentukan oleh masing-masing atlet sesuai dengan kondisinya. Sedangkan jarak untuk awalan sekitar 30 meter sampai 40 meter.
 
 
B. Tolakan
 
Dalam melakukan tolakan, pelompat menapakkan kaki tolakan yang hampir lencang dengan tumitnya. Pada saat itu badan agak condong ke belakang. Telapak kaki untuk menolak bergulir ke depan melalui seluruh telapaknya. Kaki (tungkai) tolak sedikit dibengkokkan (sampai ± 150º) dan disusul oleh kaki ayun dan pada waktu itu lengan membuat gerakan yang berlawanan dengan gerakan kakinya. Dalam tahapan ini sangatlah penting bahwa badan bagian atas dijaga tegak mengarah ke depan.
 
Tolakan dimulai dengan melencangkan lutut (meluruskan tungkai) dan pergelangan kaki tolakan. Paha kaki ayun sekarang hampir horizontal dan bagian bawahnya bergabung lurus ke bawah. Badan tetap tegak, lengan menunjang gerak pada saat tolakan (tinggi ke depan, kemudian turun ke belakang) (Jonath).16
Dalam melakukan gerakan tersebut, pelompat harus mengarahkan tolakan, untuk mengadakan tolakan ke atas dengan sudut 45º.17 karena secara teori bahwa dengan sudut 45º tersebut akan didapat jarak lompatan yang paling jauh. Pada sudut 45º ini akan didapat komponen vertikal sama dengan komponen horizontal dan akan dihasilkan waktu maksimal di udara serta kecepatan horizontal akan lebih jauh.
 
 
C. Saat Melayang di Udara
 
Bahwa untuk membantu tolakan ke atas lengan harus diayunkan ke atas dan kaki yang melangkah diayun setinggi mungkin.18 Dimana kaki tumpu harus ditekuk. Sesudah kaki tumpu meninggalkan balok tolakan, lutut ditekuk sehingga dapat dibawa ke depan dengan lebih cepat. Kemudian pelompat menurunkan kaki ayun, kaki ayun sampai bagian atas dan bawahnya membentuk sudut 90º. Pada waktu itu juga lepas tapak (kaki tolak) ditarik ke depan di bawah tubuh. Pada waktu yang sama lengan diangkat dan seluruh badan diluruskan dalam posisi sedikit melengkung. Ini adalah sifat khas gaya gantung, yang dibentuk untuk meredam gerak rotasi ke depan yang tidak diinginkan sebagai akibat dari tolakan dan membantu angkatan kaki yang baik untuk membentuk posisi pendaratan yang efektif.
 
 
D. Saat Mendarat
 
Pada pertengahan melayang lengan diayunkan ke belakang atas sebagai persiapan pendaratan19. Kemudian kedua lengan dan badan bagian atas diayun ke depan.
 
Sebagai aksinya adalah pengayunan lengan dan badan ke depan dan sebagai reaksinya adalah gerakan tungkai kaki ke depan.
suatu pendaratan yang baik dipersiapkan dan ditentukan dalam fase melayang sebelumnya. Keterampilan dan syarat–syarat yang diperlukan (tenaga/kekuatan otot perut), memungkinkan untuk memegang sikap tegak selama mungkin. Suatu otot perut yang kekurangan tenaga, selanjutnya mengakibatkan kaki terlalu cepat menurun dan suatu pendaratan yang terlalu dini. Jadi kekuatan otot perut sangat diperlukan untuk membawa tungkai jauh ke depan.
Pendaratan yang baik hendaknya merupakan lanjutan dari pola melayang pusat gaya berat. Tentunya harus terletak sejauh mungkin, yaitu pada jarak horizontal terbesar antara tumit dan pusat gaya berat tubuh. Jadi pada saat sebelum menyentuh pasir, kedua kaki/tungkai diluluskan/dijulur ke depan dan badan membengkuk ke depan (Jarver). 20Pada saat seperti ini tentu saja diperlukan kelentukan togok ke depan yang baik untuk melakukan pendaratan yang baik pula sehingga akan diperoleh hasil lompat yang jauh. Setelah tumit menyentuh pasir, kedua lutut segera ditekuk dan biarkan badan condong terus ke depan.

Rabu, 13 Juli 2011

Jantung

Organ tubuh yang terpenting adalah jantung. Ukurannya kira-kira sekepalan tangan orang dewasa dan tersusun
dari otot jantung. Sel otot jantung bercabang dan mempunyai satu atau dua nuklei. Seperti sel otot sadar, otot jantung mengandung filamen tebal dan tipis, walalupun tidak tersusun dalam suatu pola yang teratur. Otot jantung hanya terdapat di jantung. Otot ini bukan otot sadar, fungsinya adalah membuat jantung terus berdenyut sepanjang hidup kita.

            Jantung bertugas memompakan darah yang mengandung oksigen dan sari makanan ke seluruh tubuh. Ketika kita berolahraga, jantung berdenyut lebih cepat untuk memompakan darah dan memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen yang meningkat. Bila kita sedang ketakutan, jantung juga berdenyut lebih cepat sehingga otot siap bekerja keras bila perlu.

            Setiap sisi jantung mempunyai dua ruangan, satu bilik dan satu serambi. Sisi atas disebut serambi, atria, atau aurikel, berdinding tipis dan membesar bila dimasuki darah. Sisi bawahnya yang disebut bilik atau ventrikel, berdinding lebih lebar dan lebih tipis. Sisi atas dan bawah dihubungkan dengan sebuah katup. Sisi kiri jantung yang lebih berotot bertugas memompakan darah ke seluruh tubuh, sementara sisi kanan hanya terlibat dalam peredaran darah kecil. Waktu yang dibutuhkan oleh darah untuk mencapai setiap sel di dalam tubuh kira-kira 20 detik.

            Jantung terdiri dari empat bagian, dua serambi (atrium) sebagai ruang penerima dan dua bilik (ventrikel) sebagai ruang pemompa. Bagian tengah jantung dibagi oleh dinding otot yang tebal yang disebut septum. Darah dari vena yang mengandung karbon dioksida mengalir ke serambi kanan dan dipompakan ke bilik kanan, kemudian ke paru-paru untuk menukar karbon dioksida dengan oksigen. Darah yang mengandung oksigen mengalir dari paru-paru ke serambi kiri dan dipompakan dari bilik kiri ke arteri untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

            Semua pembuluh darah yang membawa darah keluar dari jantung disebut pembuluh arteri (pembuluh nadi), dan yang kembali ke jantung disebut pembuluh vena (pembuluh balik). Pembuluh arteri lebih tebal dan berotot karena harus menahan tekanan yang lebih besar.

Otot jantung mendapatkan pasokan darah dari arteri koronari. Jantung berdenyut tanpa berhenti sepanjang hidup kita. Setiap hari jantung harus memompa kira-kira 7.570 liter darah. Untuk melakukan hal ini, jantung berdenyut, atau berkonstraksi dan berelaksasi, rata-rata 70 kali per menit.
Denyut jantung yang terus menerus menimbulkan gelombang untuk menekan darah agar mengalir ke pembuluh arteri. Ini disebut detak atau pulse. Tempelkan jari kalian pada nadi pergelangan tangan dan rasakan detak nadi kalian.

BIOMOLEKUL

Biomolekul merupakan senyawa-senyawa organik sederhana pembentuk organisme hidup dan bersifat khas sebagai produk aktivitas biologis. Biomolekul dapat dipandang sebagai turunan hidrokarbon, yaitu senyawa karbon dan hidrogen yang mempunyai kerangka dasar yang tersusun dari atom karbon, yang disatukan oleh ikatan kovalen. Kerangka dasar hidrokarbon bersifat sangat stabil, karena ikatan tunggal dan ganda karbon-karbon menggunakan pasangan elektron bersama-sama secara merata. Biomolekul bersifat polifungsionil, mengandung dua atau lebih jenis gugus fungsi yang berbeda. Pada molekul tersebut, tiap gugus fungsi mempunyai sifat dan reaksi kimia sendiri-sendiri.

Bentuk senyawa biomolekul
Senyawa-senyawa biomolekul biasanya dikenal dalam empat bentuk: protein, asam nukleat, karbohidrat, dan lipid. Keempat golongan biomolekul tersebut mempunyai sifat umum memiliki struktur yang relatif besar (berat molekul besar), dan karenanya disebut makromolekul.
Berat molekul (BM) protein berkisar antara 5000 sampai lebih dari 1 juta; berat molekul berbagai jenis asam nukleat berkisar sampai beberapa milyar, karbohidrat (polisakarida) dapat memiliki berat molekul sampai jutaan. Molekul lipid jauh lebih kecil (BM 750 sampai 1500). Tetapi karena lipid umumnya terbentuk dari ribuan molekul sehingga membentuk struktur berukuran besar yang berfungsi seperti sistem makromolekuler, struktrur lipid juga dapat dianggap sebagai makromolekul.
Protein merupakan polimer asam-asam amino, karbohidrat merupakan polimer monosakarida, asam nukleat merupakan polimer mononukleatida. Monomer lipid ada bermacam-macam, bergantung pada jenis lipidnya, diantaranya asam lemak, kolin, etanolamin, serin dan lain-lain.